Sekedar bertemu, berbahagia, lalu pergi, tanpa sedikit rindu, atau bayang kecil sekalipun, aku terhempas lalu terbujur kaku dalam perasaan yang sulit dicerna. Aku kembali mencinta, atau sekedar ingin tahu "Apa itu cinta?"
Selalu, setiap kali kita bertemu, waktu seakan ingin mengerti perasaanku, menggebu, berdebar, hingga jiwa hanyut terbawa air matanya sendiri, ke suatu tempat, yang sangat istimewa, hati.
Dan dalam sunyi, aku selalu mendoa, kalau tuhan mengizinkan perasaanmu berlabuh padaku, aku akan memanggilmu... Istri...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar